Ayah!!
Sesaat setelah aku mengerti
bahwa aku telah kehilangan
seorang laki laki yang kubutuhkan
yang dalam pertalian darah kusebut ‘Ayah’
bahwa aku telah kehilangan
seorang laki laki yang kubutuhkan
yang dalam pertalian darah kusebut ‘Ayah’
Waktu terasa berhenti
berdetak
untuk beberapa saat
sejuta pertanyaan ‘mengapa’
menyergapku seketika itu juga
untuk beberapa saat
sejuta pertanyaan ‘mengapa’
menyergapku seketika itu juga
Tuhan mengapa harus secepat
itu?
kau renggut dia dari hari hariku
bahkan ketika aku
belum memahami apa apa
kau renggut dia dari hari hariku
bahkan ketika aku
belum memahami apa apa
Tuhan mengapa engkau setega
itu?
membuat duka dan derita pada gadis kecil
yang bahkan belum mampu
membedakan hitam dan putihnya hidup ini
membuat duka dan derita pada gadis kecil
yang bahkan belum mampu
membedakan hitam dan putihnya hidup ini
Ayah...
secangkir rindu yang kau tinggalkan
disudut hatiku masih begitu
terasa hangat
secangkir rindu yang kau tinggalkan
disudut hatiku masih begitu
terasa hangat
Setip aku berdiri dibawah
langit
menengadah keatas
mencarimu diantara gugusan bintang
menengadah keatas
mencarimu diantara gugusan bintang
Saat fajar akan muncul
Aku selalu menunggumu
diantara bunga bunga yang tersirami
embun yang jatuh dari langit berharap kau
adalah salah satu dari embun itu
Aku selalu menunggumu
diantara bunga bunga yang tersirami
embun yang jatuh dari langit berharap kau
adalah salah satu dari embun itu
Namun aku selalu saja gagal
dan lagi lagi aku harus pulang dengan tangan hampa
dengan rindu yang kian membukit
dan lagi lagi aku harus pulang dengan tangan hampa
dengan rindu yang kian membukit
Tuhan...
untaian kata ini bukan kemarahanku pada takdir
tapi ini tak lebih dari sekedar
ungkapan rinduku pada ‘Ayahku’
untaian kata ini bukan kemarahanku pada takdir
tapi ini tak lebih dari sekedar
ungkapan rinduku pada ‘Ayahku’
Tertanda :
Nur Ariska Aulia
Nur Ariska Aulia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar